Peta | Pengertian Peta, Fungsi Peta, Manfaat dan Komponen Peta

Peta | Pengertian Peta, Fungsi Peta, Manfaat dan Komponen Peta. Dalam pelajaran IPS pastinya anda sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Peta, apakah Pengertian Peta itu? kebanyakan dari anda seringkali mendengarnya tetapi tidak tahu jika ditanya apa sebenarnya arti peta. nah untuk menambah wawasan anda mengenai peta kali ini materi sekolah akan menjelaskan secara rinci mengenai peta.

Dalam usaha mengenali karakteristik wilayah, peta menjadi panduan bagi manusia. Dengan peta kamu dapat bercerita tentang tempat tinggalmu, bentuk lahan di daerahmu, dan jarak antara tempat tinggalmu dengan kota lain maupun kenampakan-kenampakan unik yang ada di sekitar tempat tinggalmu.

Ok untuk menyingkat waktu langsung saja yuk kita bahas satu persatu untuk materi Peta ini, materi ini sudah dijelaskan lebih lengkap dalam pelajaran IPS kelas 7, nah untuk itu bagi anda yang ingin lebih mengenal lebih lanjut silahkan bisa dicermati dan dipahami postingan kali ini dari Materi Sekolah, ok yuk kita belajar bersama.

  1. Pengertian Peta
  2. Jenis Peta
  3. Fungsi Peta
  4. Manfaat Peta
  5. Komponen Peta

Pengetian Peta

Istilah Peta berasal dari 2 bahasa yaitu dari bahasa Inggris Yaitu Map dan Bahasa Yunani yaitu Mappa yang artinya taplak atau kain penutup meja , namun secara umum Pengertian Peta adalah gambaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu. Ilmu yang mempelajari tentang peta disebut kartografi.

Menurut wikipedia juga diartikan bahwa :

Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer. Istilah peta berasal dari bahasa Yunani mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja. Namun secara umum pengertian peta adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu. Sebuah peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi. Ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut kartografi. Banyak peta mempunyai skala, yang menentukan seberapa besar objek pada peta dalam keadaan yang sebenarnya. Kumpulan dari beberapa peta disebut atlas.

Jenis Peta

Jenis Peta dapat dibedakan menjadi beberapa macam, berikut Macam-macam peta sesuai dengan karakteristiknya dan pembuatannya;

1. Berdasarkan Isi Peta

Berdasarkan isi yang disajikan, peta dibedakan menjadi peta umum (peta dasar) dan peta khusus (peta tematik). Bagaimana membedakan kedua jenis peta ini? Cobalah lihat peta Indonesia. Pada peta Indonesia tergambar kenampakan sungai, nama-nama kota, batas-batas wilayah, nama kepulauan, dan sebagainya. Perhatikan peta berikut ini!

peta-tambang
Peta tambang di atas selain menggambarkan wilayah negara Indonesia juga menunjukkan persebaran bahan tambang di Indonesia. Berarti, ada informasi lain yang hendak ditonjolkan pada peta tersebut. Sekarang kita bandingkan peta kepadatan penduduk berikut ini dengan peta tambang. Keduanya sama-sama menggambarkan wilayah negara Indonesia, tetapi isi dari kedua peta sangat berbeda. Peta tambang berisi persebaran bahan tambang, sementara itu peta kepadatan penduduk menyajikan kepadatan penduduk suatu wilayah.

Peta umum yang digunakan sebagai dasar untuk membuat peta tematik disebut sebagai peta dasar. Contohnya, peta Indonesia bisa digunakan dasar untuk membuat peta bencana alam dan peta kepadatan penduduk. Dengan demikian, peta Indonesia yang kamu gunakan tersebut selain sebagai peta umum, juga disebut peta dasar.

Peta umum merupakan peta yang menggambarkan sebagian atau seluruh permukaan bumi secara keseluruhan atau secara umum, baik dari buatan manusia tau penampakan alam untuk lebih jelas mengenai gambaran peta umum, silahkan anda bisa melihat jenis peta umum dibawah ini;

a. Peta Topografi

Peta topografi adalah peta yang menggambarkan relief permukaan bumi dengan menggunakan garis-garis kontur. Garis kontur adalah garis-garis pada peta yang menunjukkan perbedaan ketinggian suatu tempat.

Peta topografi dikategorikan berdasarkan skala dan jenis. Dan skala peta topografi dibagi ke dalam tiga kategori. Yaitu skala kecil, menengah dan besar.
  1. Kecil. Peta dengan skala 1:1.000.000 dan lebih kecil digunakan untuk perencanaan umum dan untuk studi strategis. Peta skala kecil standar memiliki skala 1:1.000.000. Peta ini meliputi area yang sangat besar dengan mengorbankan detail.
  2. Menengah. Peta dengan skala lebih besar dari 1:1.000.000 tetapi lebih kecil dari 1:75.000 digunakan untuk perencanaan operasional. Peta ini mengandung detail dengan jumlah sedang. Peta skala menengah standar memiliki skala 1:250.000. Ada juga peta dengan skala 1:100.000.
  3. Besar. Peta dengan skala 1:75.000 dan lebih besar digunakan untuk perencanaan taktis, administrasi, dan logistik. Peta jenis inilah yang sering ditemukan dan digunakan pihak militer. Peta skala besar standar 1:50.000, namun banyak daerah telah dipetakan dengan skala 1:25.000.
Contoh peta topografi :
peta-topografi-semarang

a. Peta Chorografi

Peta Chorografi merupakan jenis peta yang menggambarkan seluruh atau sebagain permukaan bumi dengan skala yang lebih kecil, yakni antara 1 : 250.000 sampai dengan 1 : 1.000.000 atau bisa juga lebih. Peta Chorografi merupakan jenis peta yang menggambarkan daerah yang luas, seperti propinsi, negara, benua atau dunia. Peta Chorografi juga menggambarkan berbagai kenampakan alam seperti pegunungan, gunung, sungai, danau, jalan , garis pantai, rawa- rawa, hingga batas wilayah kota atau propinsi.

Contoh Peta Chorografi :
peta-chorografi-indonesia

2 . Berdasarkan Objek Peta

Berdasarkan sifat objek yang disajikan, peta dapat dibedakan menjadi peta dinamis dan peta stasioner (tetap). Perhatikan peta di bawah ini!
jenis-peta-berdasarkan-objek


Peta kepadatan penduduk di atas menyajikan kepadatan penduduk tahun 2005. Informasi pada peta ini setiap tahun pasti berubah karena jumlah penduduk setiap tahun selalu berubah. Peta yang menggambarkan objek yang tidak tetap atau selalu berubah dikatakansebagai peta dinamis. Peta yang menggambarkan objek yang tetap dikatakan sebagai peta stasioner, seperti peta negara, provinsi, maupun peta administrasi.

c. Berdasarkan Bentuk Peta

Pada peta-peta di depan atau peta yang kamu lihat pada atlasmu disajikan pada bidang datar atau kertas. Peta semacam ini disebut peta biasa atau peta datar. Jika kamu melihat peta di samping, kamu akan memperoleh kesan relief yang berbedabeda. Kesan ini dapat ditangkap karena gambar tersebut disajikan dalam kenampakan tiga dimensi. Peta semacam ini disebut peta relief atau peta timbul.

Hal ini berbeda dengan peta di samping, yang  tidak tampak kesan tiga dimensi. Peta tersebut merupakan suatu peta yang disajikan pada komputer yang disebut peta digital. Peta digital ini juga dapat dicetak menjadi peta biasa yang disajikan pada bidang datar atau kertas. Atas dasar perbedaan bentuk inilah peta dibedakan menjadi peta datar atau peta biasa, peta relief atau peta timbul, dan peta digital.

d. Berdasarkan Skala Peta

Peta berdasarkan skala dibedakan sebagai berikut.
  1. Peta kadaster, skala 1:100 – < 1:5.000.
  2. Peta skala besar, skala 1:5.000 – < 1:250.000.
  3. Peta skala sedang, skala 1:250.000 – < 1:500.000.
  4. Peta skala kecil, skala 1:500.000 – < 1:1.000.000.
  5. Peta skala geografi, skala > 1:1.000.000.

Fungsi Peta

Peta mempunyai beberapa fungsi di berbagai bidang, antara lain untuk:
  1. Menunjukkan posisi atau lokasi relatif (letak suatu tempat dalam hubungannya dengan tempat lain) di permukaan bumi. Dengan membaca peta kita dapat mengetahui lokasi relatif suatu wilayah yang kita lihat.
  2. Memperlihatkan atau menggambarkan bentuk-bentuk permukaan bumi (misalnya bentuk benua, atau gunung) sehingga dimensi dapat terlihat dalam peta,
    • Bentuk-bentuk benua yang ada di dunia dapat kita amati pada peta
    • Bentuk-bentuk permukaan bumi dapat di amati dari simbol warna yang terlihat berbeda-beda
  3. Menyajikan data tentang potensi suatu daerah, misalnya :
    • Peta potensi rawan banjir
    • Peta potensi kekeringan
    • Peta Potensi Air
    • Peta Potensi Ikan
  4. Memperlihatkan ukuran, karena melalui peta dapat diukur luas daerah dan jarak-jarak di atas permukaan bumi. Jarak sebenarnya 2 lokasi dapat dihitung dengan membandingkan skala petanya.

Manfaat Peta


Penggunaan peta tergantung pada jenis dan pembaca peta. Peta topografi yang skalanya kecil dapat memberikan gambaran secara luas tentang muka Bumi yang digambarkan dalam peta. Sementara itu, peta tematik atau khusus digunakan untuk menyajikan tema tertentu. Misalnya peta persebaran penduduk, peta iklim, dan peta persebaran flora. Secara umum, peta dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal seperti di bawah ini.
  1. Penunjuk Arah, Letak, Luas, Jarak, dan Bentuk Permukaan Bumi Informasi arah dapat kamu peroleh dengan menggunakan komponen penunjuk arah. Lihatlah komponen peta yang lain! Dengan menggunakan skala, kamu dapat mengetahui jarak antardua tempat dan menghitung luas suatu wilayah.
  2. Alat Informasi - Peta mengandung banyak informasi. Informasi itu ditampilkan dalam bentuk simbol-simbol. Berbagai macam informasi dapat kamu baca berdasarkan simbol-simbol dan keterangannya pada peta.
  3. Alat Pembelajaran - Kamu dapat belajar mengenai wilayah-wilayah yang ada di permukaan Bumi dengan menggunakan peta. Peta merupakan salah satu alat pembelajaran. Peta digunakan dalam beberapa mata pelajaran, seperti geografi dan sejarah.

Komponen Peta

a. Mata Angin
  • Ingatlah selalu arah-arah yang ditunjukkan oleh mata angin. Tanpa memahami arah mata angin, kamu tidak bisa mengetahui arah dengan kompas. Ingatlah ketika kamu menghadap sinar matahari pada pagi hari berarti kamu menghadap ke timur. Selain dapat dinyatakan dengan arah, besarnya sudut dalam derajat dapat digunakan untuk menunjukkan arah. Arah utara dinyatakan dengan 0°, sesuai dengan arah putaran jam, besarnya arah yang lain dinyatakan mulai 0° hingga 360°.
b. Garis Lintang dan Garis Bujur
  • Letak suatu tempat pada peta dinyatakan dengan koordinat, salah satunya dengan koordinat garis lintang dan garis bujur.  Garis lintang yang membelah Bumi menjadi utara selatan sering disebut latitude. Garis bujur yang membagi Bumi menjadi barat dan timur dikenal dengan longitude.
c. Simbol
  • Kenampakan Bumi pada peta digambarkan dengan simbol. Berikut ini beberapa jenis simbol pada peta.
d. Administrasi atau Nama-Nama Geografi
  • Nama-nama tempat perlu dicantumkan sebagai petunjuk pada peta, walaupun sebetulnya nama sendiri tidak tampak di permukaan Bumi. Suatu peta menjadi sebuah peta buta dan tidak bisa dimanfaatkan apabila tidak mencantumkan nama objek geografi yang digambarkan.
Kaidah penulisan huruf untuk nama geografi seperti berikut ini.
  • Nama tempat, biasanya berwarna hitam, tetapi dapat pula berwarna kelabu.
  •  
  • Nama bentang alam seperti pegunungan, perbukitan dengan tipe huruf miring berwarna hitam.
  • Nama perairan atau perwujudan air dengan tipe miring berwarna biru.
Penulisan nama geografi secara jelas dapat dilihat pada tabel berikut.

e. Garis Kontur dan Simbol Warna
  • Pada peta kenampakan gunung sering kamu kenali dengan lambang segitiga sama sisi. Bagaimana kenampakan lembah diketahui pada peta? Nah, kenampakan gunung dan lembah dapat kamu ketahui melalui pola garis kontur. Garis kontur adalah garis yang menunjukkan tempat-tempat yang memiliki ketinggian sama. Garis-garis kontur pada peta membentuk pola yang menunjukkan besar, tinggi, dan kemiringan lereng dari gunung maupun lembah. Sebagai contoh, garis-garis kontur yang rapat menunjukkan lereng terjal, garis yang renggang menunjukkan lereng landai. Gunung memiliki pola garis kontur membulat. Semakin ke tengah nilai konturnya semakin besar dan ketinggiannya bertambah.
f. Inset

Inset pada umumnya terletak di pojok bagian dalam peta dan digambarkan dengan peta kecil. Letak inset dapat juga disesuaikan dengan letak peta utamanya. Inset diberi arsir atau warna lain yang menunjukkan lokasi daerah yang dipetakan. Inset peta terdiri atas dua jenis sebagai berikut.
1) Inset Lokasi
  • Inset lokasi pada umumnya dijumpai pada peta skala kecil dan merupakan peta pengecilan lokasi yang bisa menggambarkan lokasi yang lebih luas. Inset ini berguna untuk memberikan gambaran global wilayah sekitar dari suatu daerah yang dipetakan. Contoh peta Provinsi Lampung memerlukan inset peta Sumatra.
2) Inset Pembesaran
  • Inset pembesaran dapat dijumpai pada peta dengan kenampakan wilayah kepulauan yang kecil. Inset ini berfungsi untukmenggambarkan bagian yang penting dari suatu lokasi yang kenampakannya tampak kecil sehingga perlu diperbesar. Contoh Provinsi Kepulauan Riau memiliki banyak pulau kecil, yang kenampakannya kemudian diperbesar dengan inset pembesaran. Nah, sekarang coba buka atlasmu dan temukan inset di dalamnya. Bedakanlah antara inset lokasi dan inset pembesaran.
g. Sumber Peta dan Tahun Pembuatan
  • Sumber peta dicantumkan pada peta dengan tujuan agar pembaca peta mengetahui sumber dan pembuatnya. Selain itu, tahun pembuatan peta perlu dicantumkan karena data yang dipetakan dapat berubah setiap tahun. Contohnya data jumlah penduduk yang yang berubah setiap tahun. Selain itu, sumber peta memberi kepastian kepada pembaca peta bahwa data dan informasi yang disajikan dalam peta akurat dan bukan hasil rekaan. Hal ini akan menentukan sejauh mana pembaca peta dapat mempercayai data tersebut.
Demikian informasi dari materi sekolah mengenai Pengertian Peta, Fungsi Peta, Manfaat dan Komponen Peta, semoga bisa bermanfaat dan membantu anda semuanya dalam belajar, terimakasih

0 Response to "Peta | Pengertian Peta, Fungsi Peta, Manfaat dan Komponen Peta"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel