Saturday, May 19, 2018

Rangkuman Materi Metabolisme Sel

Pengertian metabolisme sel

Metabolisme adalah serangkaian reaksi biokimia dalam sel organisme hidup. Pada metabolisme juga terjadi pertukaran zat dan energi antara sel dengan lingkungannya dan pertukaran zat dan energi yang terjadi dalam sel. Metabolisme terbagi menjadi dua proses yaitu:

1. Katabolisme
2. Anabolisme

Katabolisme adalah proses pemecahan molekul kompleks menjadi molekul sederhana sambil melepaskan energi. Anabolisme adalah proses pembentukan molekul kompleks dari molekul sederhana yang memerlukan energi. Untuk mempertahankan hidupnya, setiap sel harus menjamin pengadaan zat dan energi yang diperlukan, dan membuang sisa hasil metabolisme kembali di lingkungan sel. Pertukaran zat antara sel dan lingkungannya terjadi karena adanya mekanisme pengangkutan zat melalui membran sel yang berlangsung secara difusi, osmosism dan transpor aktif.
Setiap sel hidup selalu terendam di dalam cairan ekstraseluler, baik organisme air maupun organisme darat.



Cairan ekstraseluler tersusun dari beberapa unsur berikut:

  1. Air, Berfungsi sebagai medium dalam pengangkutan zat, baik keluar ataupun masuk sel.
  2. Gas, gas-gas penting yang terdapat dalam cairan adalah O2 dan CO2. Pada proses fotosintesis CO2 diperlukan dalam pembentukan karbohidrat dan akan membentuk oksigen.
  3. Mineral
  4. Makanan dan vitamin, makanan berfungsi sebagai sumber energi bagi sel dan bahan untuk pertumbuhan serta perbaikan sel. Vitamin dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil berperan dalam metabolisme khusus sel.
  5. Hormon, hormon sangat penting bagi hewan maupun tumbuhan multiseluler karena dapat mempengaruhi kegiatan metabolisme sel.
  6. Sisa metabolisme, merupakan komponen cairan ekstraseluler antara lain urea dan amonia. Sisa-sisa ini harus dikeluarkan dari dalam sel karena dapat meracuni sel bila konsentrasinya melebihi batas kemampuan sel untuk menerimanya.

Demikianlah Rangkuman Materi Metabolisme Sel, semoga dapat bermanfaat.

Rangkuman Materi Teks Indeks Buku Pendek

Teks Indeks Buku Pendek lengkap Pengertian, Fungsi, Ciri-Ciri, Bagan-bagian, Macam-macam dan Contohnya dari a-z, indeks topik, pengarang dan indeks buku perpustakaan. Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran bahasa indonesia yaitu tentang indeks buku, adapun yang akan kita bahas disini adalah tentang pengertian indeks buku menurut KBBI (kamus besar bahasa indonesia) dan secara umum, fungsi atau kegunaan, macam macam jenis jenis dan bagian bagian indeks buku serta contoh indeks buku dari a sampai z, indeks buku pengarang, dan indeks buku perpustakaan. Semoga dapat membantu

Contoh Teks Ceramah Kultum Singkat Dan Panjang

Contoh Ceramah Kultum Singkat tentang Sabar, Ilmu, Sedekah, Sholat dan Ibu beserta dalil / ayatnya. Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran bahasa indonesia maupun pendidikan agama islam yaitu tentang ceramah atau kultum, adapun yang akan kita bahas kali ini yaitu mengenai pengertian ceramah, contoh teks ceramah kultum singkat pendek maupun panjang dan sederhana beserta dalil / ayatnya tentang sabar, ilmu, sedekah, sholat dan ibu, semoga dapat membantu

Contoh Teks Eksposisi Sederhana Singkat

Teks Eksposisi tentang lingkungan, pendidikan, berita, kesehatan, ekonomi dan poitik Beserta Strukturnya Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran bahasa indonesia yaitu tentang contoh teks eksposisi singkat sederhana tentang lingkungan alam, pendidikan, berita, kesehatan, ekonomi dan politik beserta strukturmya. semoga dapat membantu

Thursday, May 17, 2018

Rangkuman Materi Magnet atau kemagnetan

Kali ini Kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika tingkat SMA/SMK yaitu tentang magnet, adapun disini kita akan membahas lengkap tentang pengertian magnet, sifat sifat magnet, Ciri ciri magnet dan macam macam magnet serta teori kemagnetan. Semoga dapat membantu

Magnet

Kali ini Kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika tingkat SMA/SMK yaitu tentang magnet, adapun disini kita akan membahas lengkap tentang pengertian magnet, sifat sifat magnet, Ciri ciri magnet dan macam macam magnet serta teori kemagnetan

Pengertian Magnet

Pengertian magnet adalah suatu benda yang mampu menarik benda lain disekitarnya, yang memiliki sifat khusus. Setiap Magnet mempunyai sifat kemagnetan. Apa yang dimaksud dengan sifat kemagnetan? sifat kemagnetan adalah kemampuan benda dalam menarik benda-benda lain disekitarnya.

Adapun kata "Magnet" diambil dari nama daerah di asia yaitu Magnesia, di tempat inilah bangsa Yunani menemukan menemukan sifat magnetik dari bebatuan yang mampu menarik biji besi.

Sifat Sifat Magnet

Adapun magnet memiliki sifat sifat magnet sebagai berikut :
  • Magnet hanya dapat menarik benda tertentu yang ada disekitarnya dan atau tidak semua jenis benda bisa ditarik oleh magnet serta meski berada dalam jangkauannya.
  • Gaya Magnet dapat menembus benda.
  • Magnet mempunyai dua kutub, yakni Kutub Utara dan Kutub Selatan
  • Apabila Kutub magnet yang sejenis didekatkan satu sama lain, maka kedua kutub ini akan saling tolak menolak. Dan bila kutub yang berlainan didekatkan satu sama lain, maka mereka akan saling Tarik Menarik. Misal, kutub selatan di dekatkan dengan kutub selatan maka kedua kutub akan saling menolak. Dan bila kutub selatan didekatkan dengan kutub utara, maka keuda kutub akan saling menarik dan berdekatan.
  • Medan Magnet akan membentuk Gaya Magnet. Semakin dekat suatu benda dengan Magnet, maka medan magnetnya akan semakin rapat.
  • Sifat Kemagnetan dapat hilang atau melemah dikarenakan beberapa hal, seperti : terus menerus jatuh, terbakar, dan lainnya.

Jenis Jenis Magnet

Berdasarkan sifat kemagnetannya jenis jenis magnet secara umum terbagi menjadi dua yaitu magnetik (Faromagnetik) dan benda non magnetik :

Benda Magnetik (Faromagnetik)

Pengertian faro magnetik adalah benda yang dapat ditarik dengan kuat oleh magnet. Jadi, jika benda jenis ini berada dekat dengan magnet, maka magnet akan dengan mudah menariknya mendekat.

Benda Magnetik yang bukan magnet dapat diolah menjadi magnet, namun setiap benda memiliki tingkat kesulitan yang berbeda jika ingin diubah menjadi magnet. Contoh benda ini adalah besi, baja, nikel, dll.

Benda Non-Magnetik

Benda non magnetik terbagi menjadi dua jenis lagi yaitu paramagnetik dan diamagnetik:
  1. Paramagnetik adalah benda yang dapat ditarik dengan lemah oleh magnet kuat, contohnya alumunium, tembaga, platina, dll.
  2. Diamagnetik adalah benda yang menolak magnet, atau benda ini tidak dapat ditarik sama sekali oleh magnet meski berada sangat dekat dengan magnet yang kuat. Contoh benda diamegnetik adalah emas, seng, merkuri, dan lainnya.

Macam Macam Magnet

Magnet memiliki berbagai macam bentuk, secara umum bentuk magnet yang diketahui ada 5 yaitu :
  • Magnet Batang, bentuknya menyerupai batang atau balok atau kubus.
  • Magnet Silinder, bentuk magnet ini menyerupai tabung panjang.
  • Magnet Jarum, bentuk magnet ini menyerupai jarum kompas dengan kedua ujung atau kutub magnetnya lebih runcing.
  • Magnet U (Magnet Ladam), magnet ini berbentuk seperti tapal kuda atau serupa dengan huruf U.
  • Magnet Cincin, magnet ini memiliki bentuk bulat menyerupai cincin.

Teori Kemagnetan

Dalam materi kemagnetan kita perlu memahami beberapa prinsip yang perlu dipahami yaitu :
  • Sebuah Magnet akan selalu tersusun atas magnet-magnet kecil yang disebut magnet elementer.
  • Pada Benda Magnetik, Magnet elementer ini tersusun secara teratur, Namun pada benda non-magnetik, magnet elementer tersusun secara acak.
  • Bahan Magnetik lunak lebih mudah dijadikan magnet karena lebih mudah untuk menyusun magnet elementer menjadi teratur
  • Bahan magnetik yang bukan magnet dapat diubah menjadi magnet dengan prinsip membuat magnet elementer menjadi teratur.
  • Apabila sebuah magnet dipotong, maka masing-masing potongan tetap memiliki kutub utara dan kutub selatan

Rangkuman Materi Senam Ketangkasan

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran penjaskes yaitu tentang senam ketangkasan, adapun kita akan merangkum/meringkas materi pengertian senam ketangkasan, manfaat senam ketangkasan, jenis jenis / macam macam senam ketangkasan dan cara melakukan senam ketangkasan dengan alat dan tanpa alat dan gambarnya. semoga dapat membantu

Senam Ketangkasan

Pengertian Senam Ketangkasan

Pengertian senam adalah bentuk latihan fisik yang disusun secara sistematis dengan tujuan untuk mencapai daya tahan, kekuatan, kelentukan, koordinasi, membentuk prestasi, membentuk tubuh ideal, dan memelihara kesehatan.
Senam ketangkasan / senam lantai adalah latihan senam yang dilakukan di atas lantai dengan beralaskan matras.

Manfaat Senam Lantai

Pada dasarnya semua jenis olahraga baik senam, senam lantai ataupun olahraga lainnya sangat bermanfaat, berikut ini adalah manfaat manfaat yang didapat dalam melakukan senam lantai :

1. Otot tubuh menjadi kencang,
Salah satu manfaat senam ketangkasan adalah untuk mengencangkan otot tubuh anda. Dengan melakukan senam ketangkasan secara rutin manfaatnya bagi otot dapat mengencangkan otot tubuh dan membentuk otot tubuh.

2. Kebugaran Tubuh.
Senam ketangkasan membuat tubuh bugar karena manfaatnya bagi tubuh. Tubuh yang bugar memungkinkan anda untuk tampil lebih cerah dan murah senyum saat berpapasan dengan rekan kerja di suatu tempat.

3. Mendapatkan Keindahan Tubuh.
Senam ketangkasan memperindah tubuh dengan gerakan – gerakan yang dilakukan pada senam ketangkasan. Senam ketangkasan memiliki banyak gerakan dan nanti akan dijelaskan. Anda dapat memilih senam ketangkasan dengan menggunakan bantuan alat atau senam ketangkasan tanpa bantuan alat.

4. Menyehatkan Fisik
Olahraga dengan senam ketangkasan salah satu manfaat membuat banyak orang beralih ke senam ketangkasan setelah tahu manfaatnya. Kesehatan fisik merupakan kesehatan yang harus di jaga dengan baik.  Senam ketangkasan ini pada awalnya  anda akan di dampingi oleh pelatih berpengalaman untuk menunjukkan posisi senam dengan benar sampai anda bisa melakukannya seorang diri.

5. Menghilangkan lemak dalam tubuh

Macam Macam Senam Ketangkasan

Jenis jenis atau macam macam senam ketangkasan secara umum terbagi menjadi dua yaitu senam ketangkasan menggunakan alat dan senam ketangkasan tanpa menggunakan alat :

Senam Ketangkasan Menggunakan Alat

Berikut ini adalah beberapa cara melakukan senam ketangkasan menggunakan alat. Alat yang digunakan, yaitu kuda-kuda lompat sebagai tumpuan. Adapun gerakan senam ketangkasan dengan alat ini adalah lompat kangkang dan lompat jongkok.

1. Lompat Kangkang / Kaki Terbuka
Lompat kangkang dilakukan dengan melayang di atas matras dan kedua kaki dibuka. Latihan lompatan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  1. Melakukan pemanasan dengan lari beberap langkah ditempat.
  2. Larilah dengan awalan beberapa langkah.
  3. Kedua tangan bertumpu pada kuda-kuda.
  4. Pada saat melayang, pandangan tetap ke depan dan kaki dibuka dengan posisi tungkai berada di sisi kanan dan kiri atas kuda-kuda.
  5. Kedua kaki bersiap melakukan pendaratan dengan ujung kaki mengeper dan lengan direntangkan ke atas.
2. Lompat Jongkok
Cara melakukan lompat jongkok dengan tumpuan pada ujung kuda-kuda lompat yaitu sebagai berikut:
  1. Lari dengan cepat dan badan sedikit membungkuk ke depan.
  2. Tolakkan kedua kaki pada papan tolak dengan lengan diayunkan ke atas.
  3. Saat badan melayang ke atas depan, kedua lengan lurus dan pandangan fokus pada ujung kuda-kuda lompat.
  4. Tolakkan tangan sekuatnya saat tangan menyentuh bagian ujung kuda-kuda. Posisi badan membentuk sudut 30° dengan punggung kuda-kuda lompat.
  5. Saat mendarat, ujung kaki mengeper dan lengan direntangkan ke atas.

Senam Ketangkasan Tanpa Menggunakan Alat

Selain dapat menggunakan alat, senam lantai juga dapat dilakukan tanpa menggunakan alat. Adapun gerakan senam tanpa menggunakan alat, di antaranya guling lenting dan lompat harimau atau Tiger sprong
berikut cara melakukan senam ketangkasan tanpa menggunakan ala:

1. Guling Lenting
Guling lenting adalah suatu gerak senam lantai dengan melentingkan badan ke depan atas dengan lemparan kedua kaki dan tolakan kedua tangan. Gerakan ini dapat diawali dengan gerak guling depan atau gerak mengayun guling belakang sebelumnya. Gerak guling lenting dilakukan dengan cara berikut:
  1. Berdirilah dengan posisi tegak lurus kemudian letakkan satu kaki di depan boleh kaki kirin ataupun kaki kanan.
  2. Posisi kedua tangan diangkat keatas.
  3. jadikan tangan sebagai tumpuan untuk melakukan guling lenting ke arah depan.
  4. Selam guling kaki dalam posisi lurus dan rapat, siku di bengkokkan dan telapak tangan berada di samping telinga anda.
  5. Pendaratan dengan kaki rapat
2. Lompat Harimau / Tiger Sprong
Lompat harimau adalah gerakan yang menyerupai gerak guling depan, tetapi gerakannya dilakukan dengan awalan sebuah loncatan jauh ke depan. Cara melakukan lompat harimau sebagai berikut:
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran penjaskes yaitu tentang senam ketangkasan, adapun kita akan merangkum/meringkas materi pengertian senam ketangkasan, manfaat senam ketangkasan, jenis jenis / macam macam senam ketangkasan dan cara melakukan senam ketangkasan dengan alat dan tanpa alat.

  1. Kedua kaki di dorong ke arah depan  dan badan terdorong kedepan.
  2. Pergelangan kaki dan lutut dibengkokkan dan mendarat dengan posisi kepala menunduk dan punggung memudahkan untuk melakukan gulingan ke depan.
  3. Posisi tangan sesudah melakukan guling berada lurus di depan dan pandangan mata ke depan serta fokus.
3. Gerakan Sikap Kayang

BESARAN POKOK TURUNAN (Pengetian, Alat ukur, besaran satuan, tabel, dimensi dan contoh besaran pokok)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika tingkat SMA/SMK dalam kurikulum 2013 maupun ktsp, adapun kita akan membahas mengenai pengertian besaran pokok dan pengertian besaran turunan, alat ukut besaran pokok dalam satuan SI, tabel / table besaran pokok, dimensi besaran pokok, dan contoh besaran pokok dan contoh besaran turunan. semoga dapat membantu

Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Pengertian

Pengertian besaran pokok atau Base Quantities adalah besaran yang satuannya didefinisikan terlebih dahulu dan tidak dapat dijabarkan dari besaran lain. Contoh Besaran pokok dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika tingkat SMA/SMK dalam kurikulum 2013 maupun ktsp, adapun kita akan membahas mengenai pengertian besaran pokok dan pengertian besaran turunan, alat ukut besaran pokok dalam satuan SI, tabel / table besaran pokok, dimensi besaran pokok, dan contoh besaran pokok dan contoh besaran turunan.
Pengertian besaran turunan atau Derived Quantities adalah besaran fisika yang diturunkan dari satu atau lebih besaran pokok. Selain tujuh besaran pokok, besaran fisika yang lainnya termasuk dalam besaran turunan. Contoh Besaran Turunan dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika tingkat SMA/SMK dalam kurikulum 2013 maupun ktsp, adapun kita akan membahas mengenai pengertian besaran pokok dan pengertian besaran turunan, alat ukut besaran pokok dalam satuan SI, tabel / table besaran pokok, dimensi besaran pokok, dan contoh besaran pokok dan contoh besaran turunan.

Alat Ukut Besaran Pokok

Berikut ini adalah alat ukur yang digunakan dalam pengukuran besaran pokok :

Panjang

Alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran panjang, yaitu:
– Penggaris
– Pita ukur
– jangka sorong
– Mikrometer sekrup

Massa

Alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran massa yaitu:
– Neraca pasar
– Neraca lengan
– Neraca kimia
– Neraca pegas
– Neraca digital

Waktu

Alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran waktu:
– Jam matahari
– jam pasir
– Jam dinding
– Jam tangan
– Stopwatch
– jam atom

Kuat Arus listrik

Alat ukur yang digunakan:
– Amperemeter

Suhu

Alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran suhu:
– Termometer

Intensitas Cahaya

Alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran cahaya:
– Candlemeter atau luxmeter

Jumlah Zat

Jumlah zat tidak diukur secara langsung, tetapi dengan cara mengukur terlebih dahulu massa zat.

Tabel dan Dimensi

Berikut dibawah ini adalah tabel dan dimensi dari besaran pokok dan besaran turunan:
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika tingkat SMA/SMK dalam kurikulum 2013 maupun ktsp, adapun kita akan membahas mengenai pengertian besaran pokok dan pengertian besaran turunan, alat ukut besaran pokok dalam satuan SI, tabel / table besaran pokok, dimensi besaran pokok, dan contoh besaran pokok dan contoh besaran turunan.
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika tingkat SMA/SMK dalam kurikulum 2013 maupun ktsp, adapun kita akan membahas mengenai pengertian besaran pokok dan pengertian besaran turunan, alat ukut besaran pokok dalam satuan SI, tabel / table besaran pokok, dimensi besaran pokok, dan contoh besaran pokok dan contoh besaran turunan.

Contoh Besaran Pokok dan besaran turunan

Berikut ini adalah beberapa contoh besaran pokok dan contoh besaran turunan

besaran pokok
- panjang - meter - m
- massa - kilogram - kg
- waktu - sekon (detik) - s
- arus listrik - ampere - A
- suhu - kelvin - K
- intensitas cahaya - candela - cd
- jumlah zat - mol - mol

Besaran Turunan : Luas = m² 
Volume = m³
Gaya = Newton
Usaha = Joule
Daya = Watt

TOLAK PELURU (Pengertian, Sejarah singkat, Ukuran Lapangan, Berat Bola, Teknk Dasar, Tips Trik Gaya dan Peraturan Tolak Peluru)

Kali ini kita akan membahas sebuah matgeri pembelajaran dalam cabang olah raga yaitu tolak peluru, adapun disini kita akan membahas lengkap dan merangkum pengertian tolak peluru, sejarah singkat, ukuran lapangan tolak peluru, berat bola tolak peluru, teknik dasar dalam melakukan tolak peluru, gaya tips dan trik dan peraturan permainan bola peluru. semoga dapat membantu

Tolak Peluru

Pengertian Tolak Peluru

Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga atletik dalam nomor lempar. Atlet tolak peluru melemparkan bola besi yang berat sejauh mungkin. Peluru ini merupakan peralatan utama dalam olahraga ini. Bentuknya bulat seperti bola dan terbuat dari besi. yang telah dipertandingkan nasional maupun internasional. Oleh karena itu, tolak peluru sudah mulai diajarkan dalam beberapa sekolah.

Sejarah Tolak Peluru di Dunia

Dalam sejarahnya ternyata tolak peluru telah ada sejak 2000 tahun lalu. Olahraga tolak peluru populer di kalangan pria Britania atau Inggris untuk menguji kekuatan para pria. Peluru yang digunakan masih berupa batu bukan bola besi seperti halnya sekarang ini. Di zaman pertengahan, meriam adalah salah satu senjata paling mematikan. Dari peluru meriam inilah inspirasi dari tolak peluru modern, yakni perlombaan melempat peluru meriam sejauh mungkin. Pada tahun 1866 tolak peluru mulai diperlombakan dalam kejuaraan amator. Barulah pada tahun 1896 olahraga tolak peluru dimasukkan dalam perlombaan olahraga skala besar yakni di Olimpiade Athena, Yunani.

Kemajuan terbesar dalam olahraga tolak peluru terjadi di tahun1950, ketika Parry O'Brien memulai tolakannya menghadap bagian belakang ring, metode ini dikenal sebagai metode O'Brien atau lebih di kenal dengan teknik meluncur. Teknik yang mendapat popularitas adalah teknik berputar yang menggunakan lemparan cakram melintasi ring tolak peluru bukan bergerak ke arah belakang yang telah dilakukan oleh O'Brien dan kedua teknik ini sama-sama mencapai keberhasilan.

Lapangan Tolak Peluru

 
Kali ini kita akan membahas sebuah matgeri pembelajaran dalam cabang olah raga yaitu tolak peluru, adapun disini kita akan membahas lengkap dan merangkum pengertian tolak peluru, sejarah singkat, ukuran lapangan tolak peluru, berat bola tolak peluru, teknik dasar dalam melakukan tolak peluru, gaya tips dan trik dan peraturan permainan bola peluru

Lapangan tolak peluru berbentuk lingkaran yang berdiameter 2,135 m. Lingkaran tolak peluru harus dibuat dari besi, baja atau bahan lain yang cocok dilengkungkan, bagian atasnya harus rata dengan permukaan tanah luarnya. Bagian dalam lingkaran tolak dibuat dari semen, aspal atau bahan lain yang padat tetapi tidak licin. Permukaan dalam lingkaran tolak harus datar antara 20 mm-6 mm lebih rendah dari bibir atas lingkaran besi. Garis lebar 5 cm harus dibuat di atas lingkaran besi menjulur sepanjang 0,75 m pada kanan kiri lingkaran garis ini dibuat dari cat atau kayu. Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2,135 m.

Tebal besi lingkaran tolak minimum 6 mm dan harus dicat putih. Balok penahan dibuat dari kayu atau bahan lain yang sesuai dalam sebuah busur/lengkungan sehingga tepi dalam berhimpit dengan tepi dalam lingkaran tolak, sehingga lebih kokoh. Lebar balok 11,2-30 cm, panjangnya 1,21-1,23 m di dalam, tebal 9,8-10,2 cm.

Bola Lempar Peluru

Adapun Ukuran dan berat olahraga tolak peluru yaitu disesuaikan dengan kebutuhan yaitu:
Untuk senior putra = 7,257 kg
Untuk senior putri = 4 kg
Untuk junior putra = 5 kg
Untuk junior putri = 3 kg

Teknik Dasar Tolak Peluru

Dalam Permainan olahraga tolak peluru terdapat beberapa teknik dasar, yaitu: teknik memegang peluru, teknik meletakan peluru pada bahu dan teknik menolak peluru.

Teknik Memegang Peluru

Langkah langkah yang dapat dilakukan dalam memegang peluru yaitu:
Jari-jari renggang.
Jari kelingking ditekuk berada disamping peluru,sehingga dapat membantu untuk menahan supaya peluru tidak mudah tergeser dari tempatnya.Untuk menggunakan cara ini penolak harus memiliki jari jari yang kuat dan panjang.

Jari-jari agak rapat
Ibu jari di samping, jari kelingking berada di samping belakang peluru.
Jari kelingking selain berfungsi untuk menahan jangan sampai peluru mudah bergeser,juga membantu menekan pada waktu peluru ditolakkan. Cara ini lebih banyak dipakai oleh atlit.

Jari-jari agak renggang
Bagi mereka yang tangannya agak kecil dan jari jarinya pendek, dapat menggunakan cara ketiga ini, yaitu jari jari seperti pada cara kedua tetapi lebih renggang, kelingking di belakang peluru sehingga dapat ikut menolak peluru, ibu jari untuk menahan geseran ke samping, karena tangan pelempar kecil dan berjari jari pendek, peluru diletakkan pada seluruh lekuk tangan.

Teknik Meletakan Peluru Pada Bahu

Peluru dipegang dengan salah satu cara di atas, letakkan peluru pada bahu dan menempel pada leher bagian samping. Siku yang memegang peluru agak dibuka ke samping dan tangan satunya rileks di samping kiri badan.

Teknik Menolak Peluru

Untuk menyiapkan kondisi fisik dapat dilakukan dengan cara seperti dibawah ini:

Menolak Peluru Dengan Dua Tangan

1. Pegang peluru dengan kedua tangan didepan dada, kedua kaki dalam keadaan sejajar, lalu dorong/tolakkan peluru kedepan-atas sejauh mungkin

2.  Pegang peluru dengan kedua tangan , kemudian simpan dibawah perut dengan lengan diluruskan,kedua kaki dalam keadaan sejajar. Kemudian ayun dan lemparkan peluru kedepan.

3. Pegang peluru dengan kedua tangan , kemudian simpan dibawah perut dengan lengan diluruskan,kedua kaki dalam keadaan sejajar. Posisi ini dilakukan dengan membelakangi arah lemparan. Kemudian ayunkan dan lempar peluru kearah belakang atau sektor lemparan.

4. Pada tahap berikutnya doronglah peluru dengan bantuan putaran pinggang. Tolakan masih dengan kedua tangan tetapi beben diutamakan pada tangan tolak atau tangan terkuat. Kaki masih sejajar. Tahapan ini depersiapkan untuk melakukan tolakan yang sebenarnya.

5. Lakukan seperti diatas, hanya sekarang satu kaki berada di depan. Tolakan dilakukan dengan koordinasi bantuan dorong kaki belakang.

Menolak Peluru Dengan Satu Tangan

1. Peganglah peluru dengan tangan kanan dan letakkan dileher. Lanjurkan /rentangkan lengan kiri kedepan dan abadan menghadap depan. Tolakkan peluru dengan sudut parabola beberapa meter kedepan sambil melangkahkan kaki kiri kedepan. Jangan lupa kai kanan dihentakkan untuk membantu melakukan tolakan, sesaat sebelum peluru dilepaskan (Carr,1991)

2. Lakukan gerakkan seperti diatas, hanya pada saat akan melakukan tolakan, badan diputar ke kanan untuk mengambil ancang-ancang (Carr,1991)

3. Lakukan gerakan menolak peluru dengan awalan membelakang gunakan bantuan putaran/ pilin tubuh saat melakukan tolakan (carr,1991)

Tips dan Trik dalam Tolak Peluru

Berikut ini adalah tips dan trik dalam melakukan tolak peluru agar hasilnya dapat maksimal.

Lakukan Hal ini :
  1. Bawalah tungkai kiri merndah
  2. Dapatkan keseimbangan gerak dari kedua tungkai, dengan tungkai kiri memimpin dibelakang
  3. Menjaga agar bagian atas badan tetap rileks ketika bagian bawah badan bergerak
  4. Hasilkan rangkaian gerak yang cepat dan jauh pada tungkai kanan
  5. Putar kaki kanan kearah dalam sewaktu melakukan luncuran
  6. Pertahankan pinggul kiri dan bahu menghadap kebelakang selama mungkin. Bawalah tangan kiri dalm sebuah posisi mendekati badan
  7. Tahanlah sekuat-kuatnya dengan tungkai kiri
Dan Hindari ini :
  1. Tidak memiliki keseimbangan dalam sikap permulaan
  2. Melakukan lompatan ketika meluncur dengan kaki kanan
  3. Mengangkat badan tinggi ketika melakukan luncuran
  4. Tidak cukup jauh menarik kaki kanan dibawah badan
  5. Mendarap dengan kaki kaana menghadap ke belakang
  6. Menggerakkkan tungkai kiri terlalu banyak kesamping
  7. Terlalu awal membuka badan
  8. Mendarat dengan badan menghadap kesamping atau depan

 Peraturan Tolak Peluru

Adapun berikut ini adalah peraturan dalam permainan olah raga cabang tolak peluru,

Sarana Prasarana

Sarana dan Prasarana yang harus ada dalam melakukan tolak peluru :
  1. Sektor lemparan/lapangan dibatasi oleh 2 garis yang menuju ke pusat lingkaran, lewat tepi balok lemparan yang panjangnya 1,22 m; tinggi 10 cm; dan tebalnya 11,4 cm.
  2. Berat peluru: pria 7,26 kg dan wanita 4 kg. (sesuai Kebutuhan)
  3. Sepatu yang dipergunakan mempunyai alas yang keras dan tanpa paku.

Peraturan Tolak Peluru

Tolakan peluru yang dilakukan oleh peserta dianggap gagal jika (ketentuan pemain di diskualifikasi dalam tolak peluru jika melakukan) :
  1. menyentuh balok batas sebelah atas dan menyentuh tanah di luar lingkaran
  2. keluar masuk lingkaran dari muka garis tengah
  3. berjalan keluar lingkaran di daerah lemparan
  4. peluru jatuh di luar sektor lingkaran
  5. peluru diletakkan di muka dada atau belakang kepala
  6. dipanggil sudah 2 menit belum melempar
  7. peserta gagal melempar setelah 3 kali lemparan

Rangkuman Geografi Litosfer (Pengertian, Batuan Penyusun, Manfaat, Karakteristik dan Contoh Gambar Litosfer)

Rangkuman Geografi Litosfer (Pengertian, jenis/macam bagian-bagian Batuan Penyusun /batuan Beku, Sedimen dan batuan malihan atau metamorf, Manfaat, Karakteristik dan Contoh Gambar Litosfer) adalah materi pembelajaran geografi tingkat SMA yang akan kita bahas kali ini, adapun makalah kali ini kita rangkum dengan sangat ringkas, semoga dapat membantu

Litosfer

Rangkuman Geografi Litosfer (Pengertian, jenis/macam bagian-bagian Batuan Penyusun /batuan Beku, Sedimen dan batuan malihan atau metamorf, Manfaat, Karakteristik dan Contoh Gambar Litosfer) adalah materi pembelajaran geografi tingkat SMA yang akan kita bahas kali ini, adapun makalah kali ini kita rangkum dengan sangat ringkas,

 

Pengertian Litosfer

Pengertian litosfer menurut bahasa / etimologi Litosfer berasal dari kata lithos berarti batu dan sphere (sphaira) berarti bulatan. Dengan demikian Litosfer dapat diartikan lapisan batuan pembentuk kulit bumi. Dalam pengertian lain litosfer adalah lapisan bumi yang paling atas dengan ketebalan lebih kurang 66 km tersusun atas batuan.
Litosfer merupakan lapisan kulit bumi yang mengikuti bentuk muka bumi yang bulat dan tersusun atas batuan dan mineral.

Macam Macam Batuan Penyusun Litosfer

macam macam atau jenis jenis batuan litosfer,
Secara umum berdasarkan proses terjadinya, batuan dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu Batuan Beku, batuan Sedimen dan Batuan Metamorf dan dari batuan tersebut dibagi menjadi beberapa bagian lagi yaitu sebagai berikut :

Batuan Beku

Batuan beku merupakan batuan yang terbentuk dari magma pijar yang membeku dan menjadi padat karena proses pendinginan. 

1. Batuan tubir/batu beku dalam 
Batuan tubir hanya terdiri dari kristal, terbentuk jauh di dalam kulit bumi. Bongkahan kristal yang besar besar terjadi karena proses pendinginan yang berjalan lambat.
Contoh: Batu Granit

2. Batuan leleran/batu beku luar
Pembekuan batuan ini terjadi di luar kulit bumi sehingga penurunan temperatur terjadi sangat cepat. Pada pembentukannya kadang-kadang magma sama sekali tidak menghasilkan kristal, tetapi ada juga yang membentuk kristal-kristal kecil, sehingga batuan leleran dapat berupa kristal kecil, kristal besar, dan bahan amorf seperti liparit. Namun, ada juga yang berupa bahan amorf saja seperti batu apung.

3.Batuan korok/batu beku gang
Batuan korok merupakan batuan yang terbentuk di dalam korok-korok atau gang-gang. Proses pendinginan berlangsung lebih cepat karena berada di dekat permukaan, sehingga batuan ini dapat berupa kristal kecil dan kristal besar, tetapi juga ada yang tidak mengkristal, seperti bahan amorf.
Contoh: granit fosfir.

Batuan Sedimen

Pelapukan yang dialami oleh batuan beku menyebabkan struktur batuan yang mudah lepas.
Bagian yang lepas akan mudah terbawa air, angin, atau es. Bagian yang terangkut ini akan terendap di suatu tempat. Bagian batuan yang mengendap ini lama-kelamaan akan menumpuk dan mengeras membentuk batuan sedimen. Pengerasan batuan ini disebut dengan pembaruan.

Ditinjau dari tempat terjadinya pengendapan, batuan sedimen dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu :

1. Batuan sedimen kontinental, merupakan batuan sedimen yang pengendapannya terjadi di laut, misalnya, tanah los dan tanah gurun pasir.

2. Batuan sedimen marine, merupakan batuan sedimen yang pengendapannya terjadi di laut, misalnya, endapan radiolaria di laut dalam, lumpur biru di pantai, dan lumpur merah.

3. Batuan sedimen lakustre, merupakan batuan sedimen yang pengendapannya terjadi di danau, misalnya, tuf danau dan tanah liat danau.

Ditinjau dari proses pembentukannya batuan sedimen dapat dikelompokkan menjadi tiga maca, yaitu :

1. Batuan sedimen klastik yaitu batuan asal yang mengalami penghancuran secara mekanis dari ukuran besar menjadi kecil, kemudian mengendap membentuk batuan endapan klastik. Contoh umum batuan endapan klastik adalah batuan pasir dan batu lempung (shale).

2. Batuan sedimen kimiawi yaitu batuan yang terjadi karena proses kimiawi, seperti penguapan, pelarutan, dehidrasi, dan sebagainya. Contoh batuan sedimen kimiawi yang terjadi secara langsung adalah batuan sedimen kapur yang dinamakan stalaktit dan stalagmit yang terdapat di gua-gua kapur.

3. Batuan sedimen organik yaitu batuan yang terjadi karena selama proses pengendapannya mendapat bantuan dari organisme, yaitu sisa-sisa rumah atau bangkai binatang yang tertimbun di dasar laut seperti kerang, dan terumbu karang.

Sedangkan berdasarkan Perantara atau Mediumnya, batuan sedimen dibagi menjadi 3 yaitu :

1.Batuan sedimen aeris (aeolis). Pengangkutan batuan ini adalah oleh angin. Misalnya: tanah los, tuff, dan pasir di gurun.

2. Batuan sedimen glasial. Pengangkutan batuan ini adalah dilakukan melalui madia perantara es. Contohnya moraine.

3. Batuan sedimen aquatis. Batuan sedimen yang terdiri atas batubatu yang sudah direkat antara satu sama lain.

Batuan Metamorf

Pengertian Batuan malihan adalah batuan hasil ubahan dari batuan asal (batuan beku dan batuan endapan) akibat proses metamorfosis. Metamorfosis adalah suatu proses yang dialami batuan asal akibat dari adanya tekanan atau temperatur yang meningkat atau tekanan dan temperatur yang samasama meningkat. 

Perubahan batuan dapat terjadi karena 4 hal berikut ini :
  • Suhu tinggi, berasal dari magma karena berdekatan dengan dapur magma sehingga metamorfosis ini disebut metamorfosis kontak. Misalnya: marmer dari batu kapur dan antrasit dari batu bara.
  • Tekanan tinggi, berasal dari adanya endapan-endapan yang sangat tebal di atasnya. Contohnya batu pasir dari pasir.
  • Tekanan dan suhu tinggi, terjadi jika ada pelipatan dan geseran pada waktu terjadi pembentukan pegunungan. Metamorfosis ini disebut metamorfosis dinamo. Misalnya, batu asbak dan batu tulis.
  • Penambahan bahan lain, pada saat terjadi perubahan bentuk terkadang terdapat penambahan bahan lain. Jenis batuan metamorf tersebut dinamakan batuan metamorf pneumatalitis.

Manfaat Lapiran Litosfer

Adapun  manfaat lapisan litosfer bagi kehidupan manusia antara lain sebagai berikut :
  1. Minyak bumi dan batubara sebagai sumber energi.
  2. Memenuhi kebutuhan industri, peralatan rumah tangga, bahan bangunan, maupun kendaraan bermotor dapat menggunakan besi dan aluminium.
  3. Mineral intan, emas, perak dapat dipergunakan untuk membuat perhiasaan dan benda sebarguna lainnya.
  4. Unsur uranium (meskiupun jumlahnya sangat terbatas) dapat digunakan sebagai sumber energi dan bahan peledak, dan
  5. Olahan nitrogen, phosphate, dan kalim sebagai pupuk dapat dimanfaatkan dalam bidang pertanian.

Karakteristik Lapisan Litosfer

Adapun Karakteristik lapisan litosfer adalah sebagai berikut :
  • kerak dan bagian teratas dari mantel bumi yg menyebabkan pengerasan lapisan luar bumi
  • karakteristik astenosfer meruppakan lapisan dibawah lempeng tektonik, yg menjadi tempat bergeraknya lempeng benua
  • karakteristik barisfer bagian lapisan bumi paling dalam yang tersusun atas lapisan nikel, ferum dan besi.

Bagian Bagian dan Fungsi Telinga (Luar, Tengah dan Dalam telinga) dan gambarnya

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA/SMK yaitu tentang telinga, adapun kita akan bahas mengenai pengertian telingabagian bagian telinga dan fungsi telinga luar, fungsi telinga tengan dan fungsi telinga dalam beserta gambarnya. semoga dapat membantu

Telinga

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA/SMK yaitu tentang telinga, adapun kita akan bahas mengenai pengertian telingabagian bagian telinga dan fungsi telinga luar, fungsi telinga tengan dan fungsi telinga dalam beserta gambarnya.

 

Pengertian Telinga

Pengertian telinga adalah salah satu organ tubuh manusia yang berfungsi sebagai indra, yaitu pendengaran dan organ yang menjaga keseimbangan.
Telinga merupakan organ yang berperan terhadap pendengaran kita akan suara atau bunyi, hal ini dapat terjadi karena telinga memiliki reseptor khusus yang berfungsi untuk mengenali getaran suara. Namun Telinga memiliki batasan frekuensi suara yang dapat kita dengar, yaitu kisaran frekuensi 20 sampai 20.000 Hz.

Bagian Bagian dan Fungsi Telinga

Telinga terbagi menjadi tiga bagian, yaitu telinga luar, telinga tengah dan telinga luar, dari masing masing bagian telinga tersebut memiliki fungsi yang berbeda beda yaitu sebagai berikut:

Telinga Bagian Luar

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA/SMK yaitu tentang telinga, adapun kita akan bahas mengenai pengertian telingabagian bagian telinga dan fungsi telinga luar, fungsi telinga tengan dan fungsi telinga dalam beserta gambarnya.

Telinga bagian luar terdiri dari daun telinga atau aurikula, saluran telingan luar atau analis auditoris eksternal, dan gendang telinga atau biasa kita ketahui sebagai Membran Timpani yang membatasinya dengan telinga dalam.

Daun Telinga tersusun oleh tulang rawan yang memiliki bentuk khas. Untuk mendukung fungsinya, yaitu untuk memusatkan gelombang suara yang masuk ke saluran telinga.

Dalam Saluran Telinga Luar terdapat kelenjar sudorifera yaitu kelenjar yang dapat menghasilkan serumen (bahan mirip lilin yang dapat mengeras). Serumen ini menjaga telinga agar tidak banyak kotoran dari luar yang masuk ke dalam, juga dapat menghindari masuknya serangga karena memiliki bau tidak sedap.
Fungsi membran timpani adalah untuk menangkap gelombang suara.

Telinga Tengan


Telinga tengah merupakan rongga yang berisi udara dan menjaga tekanan udara tetap seimbang. Dinding dari bagian ini dilapisi oleh sel epitel. Fungsi Utama bagian telinga tengah adalah untuk meneruskan suara yang diterima dari Telinga Luar ke Telinga Bagian Dalam.
Bagian Telinga Tengan memiliki Tuba Eustachius yaitu bagian yang menghubungkan telinga dengan rongga mulut atau faring. Fungsi Tuba Eustachius adalah untuk menyeimbangkan tekanan udara antara telinga bagian luar dengan telinga bagian tengah.

Telinga bagian tengah terdiri atas tiga tulang pendengaran utama yaitu Maleus atau Martil, Incus atau Landasan, dan Stapes atau sanggurdi, ketiga tulang ini saling berhubungan satu sama lain (dihubungkan oleh sendi), karena adanya sendi maka tulang – tulang ini dapat bergerak.
Rangkaian 3 Tulang yang sedemikian rupa ini berfungsi untuk mengirimkan getaran yang diterima dari membran timpani pada telinga luar menuju ke Jendela Oval Telinga Dalam.
Tuba Eustachius ini selalu menutup kecual saat menelan dan menganga. Oleh karena itu saat kita dalam ketinggian tertentu, apabila telinga berdengung, kita dianjurkan untuk menelan, karena menelan dapat membuka tuba eustachius yang akan menyeimbangkan kembali tekanan udara. 

Telinga Dalam





Telinga Dalam terdiri dari bagian tulang dan bagian membran. Telinga dalam disebut juga sebagai labirin dikarenakan bentuknya. Labirin tulang (Labirin Osea) merupakan rongga yang terbentuk pada tonjolan tulang pelipis yang berisikan cairan perilimfe. Labirin Membran terletak pada bagian yang sama dengan bagian labirin tulang, namun tempatnya lebih dalam dan dilapisi oleh sel epitel serta berisi cairan endolimfe.

Labirin Pada bagian telinga dalam terbagi menjadi 3 bagian yaitu koklea, vestibuli dan Kanalis Semisirkularis, berikut ini adalah penjelasan dan fungsi dari koklea, vestibuli dan Kanalis Semisirkularis tersebut :

  • Koklea atau Rumah siput
Koklea berbentuk seperti tabung bengkok ke belakang lalu berlilit mengelilingi tulang dan membentuk seperti kerucut di ujungnya. Koklea berfungsi sebagai reseptor karena memiliki sel-sel saraf di dalamnya. Dalam Tabung Koklea terdapat bagian yang dibentuk oleh tulang dan membran koklea, bagian ini disebut Membran Basilaris.

Membran Basilaris berfungsi memisahkan koklea menjadi 2 bagian, yaitu pada bagian atas disebut Skala Vestibuli, dan pada bagian bawah disebut skala timpani. Diantara skala vestibuli dan skala timpani terdapat skala media. Bagian atas Skala media dibatasi oleh membran vestibularis (reissner) dan bagian bawahnya oleh membran basilaris.

Dalam skala vestibuli dan Skala Timpani terdapat cairan yang disebut dengan cairan perilimfe. Cairan ini berasal dari cairan serebrospinal yang masuk melalui sebuah saluran kecil, kemudian bermuara di vestibuli. Sedangkan dalam skala media terdapat cairan yang disebut dengan endolimfe yang belum diketahui darimana asalnya.

Pada Bagian atas membran basilaris terdapat suatu struktur khusus yang dikenal dengan nama organ korti. Organ Korti berfungsi mengubah getaran suara menjadi impuls. Organ Korti adalah struktur yang disusun oleh sel-sel rambut dan sel penyokong, sel rambut pada organ korti ini dihubungkan dengan bagian auditori (pendengaran) dari saraf otak VIII.
  • Vestibuli
Vestibuli adalah bagian yang terdiri dari sakula dan utrikula. Sakula dan Utrikula ini disusun oleh sel rambut yang memiliki struktur khusus, sel rambut ini disebut macula acustika. Sel rambut pada sakula tersusun secara vertikal, sedangkan pada utrikula tersusun secara horizontal. Pada sel rambut macula austica ini tersebar partikel serbuk protein kalsium karbonat (CaCO3) yang disebut otolith.
  • Kanalis Semisirkularis
Kanalis Semisirkularis adalah saluran setengah lingkarang yang terdiri dari tiga saluran semisirkularis yang tersusun menjadi satu kesatuan dengan posisi yang berbeda.  3 Saluran tersebut yaitu Kanalis Semisirkularis Horizontal, Kanalis Semisirkularis Vertikal Superior (Vertikal Atas) dan Kanalis Semirikularis Vertikal Posterior (Vertikal Belakang)

Kata Ganti/Promina ;Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Kalimat Kata Ganti Promina

Kata Ganti/Promina ;Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Kalimat Kata Ganti Promina adalah materi pembelajaran bahasa indonesia yang akan kita bahas secara lengkap mengenai pengertian kalimat kata ganti atau promina, ciri ciri kata ganti, jenis jenis atau macam macam kata ganti beserta contoh kalimat kata ganti promina. Semoga dapat membantu.

Kata Ganti (Promina)

Kata Ganti/Promina ;Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh Kalimat Kata Ganti Promina adalah materi pembelajaran bahasa indonesia yang akan kita bahas secara lengkap mengenai pengertian kalimat kata ganti atau promina, ciri ciri kata ganti, jenis jenis atau macam macam kata ganti beserta contoh kalimat kata ganti promina.

Pengertian Kata Ganti

Pengertian kata ganti atau pronomina adalah suatu jenis kata pengganti yang merujuk atau mengacu pada nomina lain (kata benda lain). atau bisa juga di definisikan sebagai kata pengganti yang merujuk ke nomina lainnya yang digunakan untuk menggantikan suatu benda atau sesuatu yang di bendakan.

Ciri Ciri Kata Ganti

Berikut ini adalah empat ciri ciri dari kata ganti / promina antara lain sebagai berikut:

1. Biasanya kata ganti (pronomina) berada pada posisi fungsi dari subjek (S) dan Objek (O) pada suatu kalimat, tetapi sering juga pada kalimat tertentu berada di posisi predikat (P) didalam suatu kalimat.

2. Kata ganti atau pronomina letaknya bisa berubah-ubah, dengan kata lain tidak tetap.

3. Kata ganti / pronomina tidak mengacu hanya satu konteks, melainkan menyesuaikan konteks kalimat. Karena acuannya bisa berubah-ubah serta berpindah-pindah dengan menyesuaikan konteks dari suatu kalimat.

4. Kata ganti atau pronomina biasanya mengikuti siapa yang menjadi pembicara dan siapa yang menjadi pembaca maupun siapa yang di bicarakan.

Jenis Jenis Beserta Contoh Kata Ganti

Promina atau kata ganti terbagi menjadi 6 jenis / macam, yaitu kata ganti orang (persona), kata ganti kepemilikan, kata ganti penunjuk, kata ganti penghubung, tanya, dan kata ganti tak tentu :

Kata Ganti Orang (Persona)

Kata ganti orang atau persona adalah suatu jenis kata ganti yang berfungsi menggantikan nomina. Atau kata ganti orang (persona) adalah kata ganti yg digunakan dan berfungsi untuk menggantikan posisi nomina.

Secara umum, kata ganti orang terbagi lagi menjadi beberapa macam bagian yaitu :

1. Kata ganti orang pertama tunggal
Contohnya: saya dan aku

2. Kata ganti orang pertama jamak
Contohnya: kita dan kami.

3. Kata ganti orang kedua tunggal
Contohnya: anda dan kamu.

4. Kata ganti orang kedua jamak
Contoh: kalian.

5. Kata ganti orang ketiga tunggal
Contoh: ia, dia dan beliau.

6. Kata ganti orang ketiga jamak
Contoh: mereka.

Kata Ganti Kepemilikan

Pengertian kata ganti kepemilikan / kata ganti milik adalah suatu jenis kata ganti yang digunakan dan berfungsi untuk menyatakan kepunyaan (kepemilikan). Atau Kata ganti kepemilikan adalah kata ganti yang digunakan untuk menyatakan milik, kepemilikan dan kepunyaan.

Contoh Kata Ganti kepemilikan atau kata ganti milik yaitu :

Buku aku menjadi bukuku.
Buku kamu menjadi bukumu.
Buku dia menjadi bukunya.
Buku aku menjadi bukuku.

Kata Ganti Penunjuk

Pengertian kata ganti penunjuk adalah suatu jenis kata ganti yang digunakan dan berfungsi sebagai penunjuk suatu lokasi, benda ataupun tempat yang letaknya jauh maupun dekat.

Contoh Kata Ganti Penunjuk :
1. Ini
2. Itu
3. Disini
4. Disitu
5. Disana dan lain lain.

Kata Penghubung

Pengertian kata ganti penghubung adalah kata ganti yang digunakan untuk menghubungkan antara induk kalimat dengan anak kalimat.

Contoh kata ganti penghubung yaitu : Waktu, tempat, lokasi, Yang, dll.

Kata ganti Tanya

Pengertian kata ganti tanya adalah kata ganti yang digunakan untuk menanyakan dan meminta informasi suatu hal.
Contoh Kata Ganti tanya : Apa, Mana, Kapan, Dimana, Siapa, Dll.

Kata Ganti Tak Tentu

Pengertian Kata Ganti Tak tentu adalah kata ganti yang digunakan untuk menggantikan dan menunjukkan orang maupun suatu barang/benda yang jumlahnya banyak dan tidak menentu.
Contoh kata ganti tak tentu yaitu Para, Sesuatu, Masing masing, Semua, Dll.

Pengertian dan Contoh Conditional Clause Type 0 1 2 dan 3 Beserta Keterangan dan artinya

Pengertian dan Contoh Conditional Clause Type 0 1 2 dan 3 adalah materi pembelajaran bahasa inggris yang akan kita bahas lengkap kali ini, pengertian definition/definisi  conditional clause type 0, 1, 2, dan 3 beserta contoh atau examples conditional clause type 0 1 2 3 dan arti / terjemahannya beserta keterangannya. Semoga dapat membantu

Conditional Clause

Pengertian dan Contoh Conditional Clauise Type 0 1 2 dan 3 adalah materi pembelajaran bahasa inggris yang akan kita bahas lengkap kali ini, pengertian definition/definisi  conditional clause type 0, 1, 2, dan 3 beserta contoh atau examples conditional clause type 0 1 2 3 dan arti / terjemahannya beserta keterangannya.

 

Pengertian Condiotional Clause

Pengertian Conditional Clause atau kalimat pengandaian adalah kalimat untuk mengandaikan suatu hal yang belum terjadi, tidak terjadi, atau sudah terjadi. Kalimat ini terdiri dari dua bagian, yaitu klausa bebas (independent clause) yang menjadi induk kalimat dan klausa if (anak kalimat) yang memiliki peryataan pengandaian.

Pengertian klausa bebas adalah klausa yang berdiri sendiri karena mempunyai arti lengkap, sedangkan klausa if adalah klausa yang tidak dapat berdiri sendiri karena artinya tidak lengkap (dependent clause) yang diawali if.

Berikut adalah salah satu contoh conditional clause beserta artinya atau terjemahannya
If I were Jokowi, I will select honest ministers. (Jika saya Jokowi, saya akan memilih menteri-menteri yang jujur.)

If I were Jokowi = klausa if
I will select honest ministers = klausa bebas/induk kalimat

Adapun Conditional clause terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu conditional type 0, type 1, type 2, dan type 3 berikut penjelasannya:

Conditional Clause Type 1

conditional clause (kalimat pengandaian) type 1 menyatakan pengandaian yang mungkin terjadi. Pola kalimat pengandaian tipe ini: klausa if dalam waktu sekarang (simple present, present continuous, dan present perfect) dan klausa bebas dalam bentuk simple present atau simple future.

Contoh Kalimat Conditional Clause Type 1

Berikut ini adalah contoh kalimat conditional clause atau kalimat pengandaian bahasa inggris beserta keterangan dan artinya :

1. If you are ready, we can begin the test. (Jika Anda siap, kita dapat mulai ujian ini.)
2. If I have much spare time, I will watch the Mahabarata series. (Jika saya punya banyak waktu luang, saya akan menonton serial Mahabarata.)
3. If he has received my email, he will come to work early tomorrow. (Jika dia telah menerima email saya, dia besok akan datang bekerja lebih awal.)
4. If she is cooking dinner now, she won’t want to go out to dinner with us. (Jika dia sedang memasak makan malam sekarang, dia tidak akan mau keluar makan malam bersama kita.)
5. If my car doesn’t start, I will call a tow truck man. (Jika mobil saya tidak hidup, saya akan menelepon seorang petugas truk derek.)
6. If I pass the exam, my mother will be very happy. (Jika saya lulus ujian, ibuku akan sangat senang.)

Keterangannya:

Contoh 1): klausa if = simple present, klausa bebas= simple present
Contoh 2): klausa if = simple present, klausa bebas = simple future
Contoh 3): klausa if = present perfect tense, klausa bebas = simple future
Contoh 4): klausa if = present continuous, klausa bebas = simple future
Contoh 5): klausa if = simple present, klausa bebas = simple future
Contoh 6): klausa if = simple present, klausa bebas = simple future

Conditional Clause Type 2

Pengertian Conditional Clause atau kalimat pengandaian tipe II menyatakan pengandaian yang tidak mungkin terjadi karena bertentangan dengan kenyataan sekarang. Tipe kalimat pengandaian ini memiliki pola: klausa if dalam waktu lampau (simple past atau past continuous) dan klausa bebas mengandung would atau could.

Contoh Conditional Clause Type 2

Berikut ini adalah contoh kalimat pengandaian bahasa inggris atau conditional clause type 2 beserta artinya :

1. If I were a Spiderman, I would protect the world. [Jika saya Spiderman, saya akan melindungi dunia.]
2. If I had a million dollars, I would use the money to buy luxury cars. [Jika saya punya satu juta dolar, saya akan menggunakan uang itu untuk membeli mobil-mobil mewah.]
3. If I were you, I would stop smoking. [Jika saya kamu, saya akan berhenti merokok.]
4. If your car was working, you could pick up Maya at airport. [Jika mobil Anda sedang baik, Anda dapat menjemput Maya di bandara.]

Conditional Clause type 3

Pengertian Conditional clause type 3 atau alimat pengandaian tipe III menyatakan pengandaian yang tidak mungkin terjadi karena waktunya sudah berlalu (menyatakan penyesalan). Pola kalimat pengandaian tipe ini adalah klausa if dalam bentuk past perfect dan klausa bebas mengandung would + have + verb 3.

Contoh Conditional Clause Type 3

Terakhir yaitu contoh kalimat conditional clause type 3 beserta artinya dan keterangan

1. If you had called me earlier, I would have attended your party first. [Jika Anda menghubungiku lebih awal, saya akan menghadiri pesta Anda terlebih dahulu.]
2. If Maya had met Andri at that concert, she would have confessed her love. [Jika Maya bertemu Andri di konser itu, dia akan mengakui cintanya.]
3. If I had finished high school, I would have gotten a better job. [Jika saya tamat SMU, saya akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.]
4. If we had left home earlier, we would have arrived on time. [Jika kita meninggalkan rumah lebih awal, kita akan tiba tepat waktu.]
5. If you had paid attention to the traffic, you would not have had an accident. [Jika Anda memperhatikan lalu lintas, Anda tidak akan mengalami kecelakaan.]

Catatan:
Klausa bebas/induk kalimat dalam kalimat pengandaian dapat ditempatkan sebelum klausa if. Perhatikan contoh kalimat berikut:

 If I pass the exam, my mother will be very happy. [Jika saya lulus ujian, ibuku akan sangat senang.]

 My mother will be very happy if I pass the exam. [Ibuku akan sangat senang jika saya lulus ujian.]